Manfaat Bunga Pagoda dan Khasiatnya

Posted by: | Posted on: February 26, 2015
Apakah manfaat bunga pagoda untuk kesehatan? Cherodenrum Japonicum (Thumb) Sweet atau masyarakat Indonesia menyebutnya bunga pagoda, selain sebagai tanaman hias, juga bermanfaat bagi kesehatan. Di beberapa daerah, bunga pagoda juga disebut dengan srigunggu, memiliki daun berwarna hijau pekat, bunga bergerombol, dan batangnya mampu tumbuh hingga 2 meter.
Secara umum, akar dari tanaman pagoda bersifat anti flamasi dan anti swelling dan rasanya pahit. Bagian akar ini bisa anda gunakan untuk mempercepat pembekuan darah dan mengatasi peluruh kencing. Sementara itu, bagian daun yang terasa pahit-pahit manis, bisa digunakan untuk anti radang. Untuk bagian bunganya sendiri, bisa anda manfaatkan sebagai pereda sakit kepala.
Kegunaan tanaman bunga pagoda antara lain :

Migrain
Jika anda tengah dilanda migrain atau sakit kepala sebelah, cobalah ramuan herbal dari tumbuhan pagoda ini. Siapkan 15 gram bunga pagoda, 5 gram getah lidah buaya, dan 5 gram jahe. Selanjutnya, rebus bahan-bahan ini di dalam air sebanyak 500 cc. Rebus cukup lama hingga menyisakan air setengahnya saja. Jangan lupa menyaring air rebusan ini untuk memisahkan ampasnya. Terakhir, minumlah air rebusan tersebut selagi hangat.
Sakit Pinggang
Selain migrain, bunga pagoda pun bisa digunakan untuk mengobati sakit pinggang. Caranya rebus 50 gram bunga pagoda, 10 gram jahe merah, dan gula aren secukupnya di dalam 500 cc air bersih. Perebusan dilakukan hingga air tinggal tersisa 250 cc saja. Saring dan minum airnya.
Insomnia
Gangguan insomnia atau sulit tertidur bisa menyerang siapa saja, termasuk anda. Tapi tenang, jika suatu hari anda terkena insomnia, cobalah ambil bunga pagoda, kemudian giling dengan blender sampai halus. Rebuslah gilingan bunga tersebut dengan air sebanyak 400 cc dan tambahkan 15 gram jahe. Masak hingga tersisa 200 cc. Terakhir, air rebusan tersebut dapat anda saring dan diminum saat hendak tidur.

Cara Menanam Bunga Melati di Dalam Pot

Posted by: | Posted on: February 25, 2015
Anda ingin menanam bunga melati di dalam pot? Salah satu bentuk perkembangbiakan vegetatif yang bisa diterapkan pada tanaman melati adalah stek. Stek, atau tepatnya stek batang, pada tanaman ini terbilang sangat mudah dan tingkat keberhasilannya sangat tinggi. Jika anda ingin mencobanya, silahkan ikuti panduan  berikut ini :
Alat dan Bahan :

  • Batang melati
  • Pot
  • Tanah
  • Pasir
  • Pupuk kompos
  • Pupuk kandang
  • Pecahan genteng
  • Air
Langkah-langkah :
  1. Siapkan bibit batang melati yang telah berusia dewasa dan dalam kondisi sehat.
  2. Hilangkan beberapa helai daun pada batang tersebut, sehingga hanya menyisakan bagian tunas dan 3 lembar daun saja.
  3. Campurkan tanah, pasir, dan pupuk kompos sebagai media tanam dengan perbandingan 2:1:1.
  4. Siapkan pot, usahakan pot yang dipilih berbentuk lebar sebab seperti bunga mawar batang melati mampu tumbuh cukup panjang. Pot lebar memungkinkan kita untuk mengatur bentuk tanaman ini lebih mudah. Selain itu, bunga melati juga bisa dibentuk menjadi vertikal agar makin cantik.
  5. Masukkan beberapa pecahan genteng ke dalam pot sebagai dasar dari media tanam.
  6. Masukkan media tanam ke dalam pot sampai penuh dan jangan dipadatkan.
  7. Tanamkan beberapa batang melati ke dalam pot dengan jarak 5�5 cm.
  8. Letakkan pot di teras agar mendapatkan sinar matahari yang cukup serta terhindar dari terpaan angin dan hujan.
  9. Perawatan bunga melati terbilang cukup mudah karena hanya perlu menyiramnya secara berkala saja.
  10. Setelah tanaman mulai tumbuh dewasa, anda dapat memindahkannya ke tempat yang lebih terbuka. Bisa juga di sekeliling bunga pagoda agar terbentuk paduan warna merah putih.
  11. Pemupukan ulang dengan pupuk kandang bisa dilakukan setiap 3 bulan sekali agar melati berbunga lebat.
Selamat menanam bunga melati.

5 Manfaat Bunga Melati Bagi Kesehatan

Posted by: | Posted on: February 25, 2015
Siapa sangka di balik wanginya, tersimpan banyak manfaat bunga melati bagi kesehatan. Tanaman bernama ilmiah Jasminm Sambae ini merupakan tanaman yang mudah dipelihara di rumah. Biasanya, masyarakat Indonesia memanfaatkan bunga melati dan bunga mawar sebagai wewangian alami dan upacara adat.
Pada umumnya, bagian bunga melati memiliki rasa yang pedas dan sejuk. Bagian ini biasanya digunakan untuk menurunkan demam dan keperluan mengurut. Sedangkan, bagian daun melati berkhasiat sebagai anti radang, melancarkan pernapasan, peluruh kencing, dan rasanya pahit. Sementara itu, akar dari tanaman melati juga memiliki rasa pahit dan bermanfaat untuk menghilangkan rasa sakit alias pemati rasa.
Nah, berikut ini beberapa ramuan herbal yang dibuat dengan memanfaatkan tanaman bunga melati :
1. Obat Mata
Bagi anda yang sedang mengalami keluhan pada mata, baik berupa iritasi, kemerahan, maupun belekan, cobalah memanfaatkan bagian daun dan bunga melati. Ambil segenggam daun melati dan bunganya, lalu cuci bersih. Rebuslah bahan-bahan ini dengan air secukupnya. Setelah mendidih, angkat dari kompor dan dinginkan. Air rebusan dapat digunanan untuk mencuci/merimbang mata yang sakit.
2. Flu
Khasiat bunga melati selanjutnya adalah untuk menyembuhkan penyakit influensa atau pilek. Ambil 6 gram bunga melati kering, 2 batang daun bawang putih, dan 5 gram jahe. Rebus semuanya dengan air sebanyak 400 cc sampai tersisa 200 cc. Saringlah dan airnya diminum hangat-hangat.
3. Demam dan Diare
Yang tak kalah manjur, melati juga berkhasiat sebagai obat demam dan diare. Caranya rebuslah 6 gram bunga melati kering, 30 gram kapulaga, dan 10 gram teh hijau di dalam 500 cc air mendidih. Masaklah bahan-bahan ini sampai air hanya tinggal 200 cc. Jangan lupa disaring untuk memisahkan ampas-ampasnya. Minum secara rutin 3 kali sehari.
4. Gigitan Serangga
Apabila anda digigit serangga dan menimbulkan bengkak pada kulit bekas gigitan tersebut, anda bisa memanfaatkan bagian daun melati sebagai obatnya. Petiklah 3 lembar daun melati yang tua. Cuci dengan air bersih untuk menghilangkan kotorannya. Setelah itu, tumbuk kasar daun-daun melati tersebut. Terakhir, tempelkan pada bagian yang sakit.
5. Sesak Napas
Asma atau sesak napas sering terjadi tak terduga. Untuk menghindarinya, konsumsilah minuman melati setiap hari. Adapun cara membuatnya, siapkan bahan-bahan berupa 15 gram bunga melati dan 15 gram jahe. Cuci bahan-bahan ini sampai bersih lalu rebuslah dengan air 600 cc hingga tersisa 300 cc. Saringlah dan minum per 100 cc serasa rutin dan dalam keadaan hangat.

Cara Praktis Menanam Kemangi dalam Pot

Posted by: | Posted on: February 25, 2015
Anda ingin menanam kemangi dalam pot? Bagi anda yang menyukai masakan tradisional Indonesia pasti kerap menemukan kemangi sebagai salah satu komposisinya. Daun kemangi memang banyak digunakan oleh masyarakat kita karena memiliki rasa yang khas. Daun dengan rasa mirip daun mint ini, paling enak disantap mentah bersama sambal dan nasi hangat. Bijinya pun kerap dibuat sebagai campuran pembuatan minuman segar.
Dari segi pesonanya, tanaman kemangi merupakan tumbuhan yang menyejukkan mata. Meskipun warna batang, daun, dan bunga tanaman ini sama-sama kehijauan, akan tetapi bentuknya yang perdu bisa dijadikan sebagai penghias desain taman yang anda miliki.
Alat dan Bahan :

  • Biji kemangi
  • Pot
  • Tanah
  • Pupuk kompos
  • Plastik
  • Tongkat kayu
  • Pestisida alami
  • Air
Langkah-langkah :
  1. Pada dasarnya, pohon kemangi menyukai tanah yang gembur dan subur. Karena itu, media tanam yang digunakan pun merupakan campuran dari tanah berhumus dan pupuk kompos. Bolak-balik campuran ini agar menghasilkan tekstur tanah yang gembur.
  2. Selanjutnya, media tanam yang telah diolah tersebut kita masukkan ke dalam pot. Penggunaan pot tanah dinilai lebih baik karena mampu menjaga kelembaban tanah di dalamnya.
  3. Siapkan biji kemangi yang sudah berusia dewasa, berwarna kehitaman, dan dalam kondisi normal. Tanamkan biji tersebut pada lubang-lubang tanah berkedalaman 1-2 cm. Setelah itu, kubur dengan tanah kembali.
  4. Letakkan pot ini di halaman rumah agar dapat menerima sinar matahari secara penuh. Jangan lupa, buatkan pelindung dari plastik yang ditopang tongkat kayu agar bibit kemangi tersebut tidak rusak terkena guyuran hujan atau gangguan binatang.
  5. Tunas kemangi akan tumbuh dalam kurun waktu seminggu. Pada masa ini, perawatan cukup dengan penyiraman secara berkala sampai tanaman berumur sebulan. Cek kondisi biji apabila tidak muncul tunas di atasnya. Bisa jadi biji tersebut membusuk maupun kekeringan.
  6. Tanaman kemangi yang telah berusia satu bulan mempunyai akar yang terbilang kuat. Oleh sebab itu, penutup plastik pun bisa dilepas agar tanaman bisa mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak tanpa takut rusak terkena hujan.
  7. Setiap dua minggu sekali, tanaman perlu mendapatkan pestisida agar terhindar dari hama dan penyakit. Maklum saja, meskipun tergolong cepat tumbuh, tanaman kemangi juga rentan penyakit, terutama pada bagian daunnya. Gunakan pestisida alami agar tidak berdampak negatif bagi lingkungan sekitarnya.
  8. Pemupukan ulang setiap 3 bulan sekali juga perlu dilakukan agar tanaman tumbuh subur. Biasanya, tanaman yang dirawat dengan baik dan sehat akan memiliki ukuran daun yang lebih lebar dan lebih lebat.
  9. Seperti pada uraian sebelumnya, bagian kemangi yang dapat dimanfaatkan adalah daun sebagai lalapan dan biji sebagai toping minuman. Kadang-kadang, akarnya juga dimanfaatkan sebagai obat herbal.
Selamat menanam

Cara Menanam Bunga Matahari di Pot

Posted by: | Posted on: February 24, 2015
Apakah anda ingin menanam bunga matahari di dalam pot? Bunga matahari (sunflower) mempunyai ciri khas bentuk bunganya yang menyerupai matahari dengan arah gerak yang selalu menghadap ke sumber cahaya. Ini juga yang membuat tanaman bunga matahari membutuhkan air dalam jumlah yang banyak, di samping bentuk daunnya yang lebar.
Dari faktor-faktor di atas, banyak orang yang menganggap bahwa memelihara bunga matahari di pot terdengar mustahil. Jikalau tumbuh, tentu batangnya akan kurus dan tidak bisa berbunga. Tenang. Untuk mengatasi segala kemungkinan buruk ini, kami sudah menyiapkan solusinya.
Alat dan Bahan :

  • Biji bunga matahari
  • Pot ukuran sedang-besar
  • Kotak/peti kayu
  • Tanah
  • Pasir
  • Pupuk kompos
  • Pupuk kandang
  • Air
  • Sekop
Langkah-langkah :
  1. Siapkan biji bunga matahari yang bisa anda peroleh di toko-toko pertanian. Adapun jenis bunga yang kami rekomendasikan antara lain Pacino Gold, Autumn Beauty, Velvet Queen, Big Smile, dan Teddy Bear.
  2. Penyemaian dilakukan di sebuah peti kayu yang telah diisi tanah dan pupuk kompos. Buat lubang tanam seukuran jari telunjuk, lalu masukkan biji bunga dan kubur kembali.
  3. Jangan lupa tutup peti tersebut memakai plastik bening berlubang agar tidak mudah rusak. Simpan media penyemaian ini di tempat yang mendapatkan sinar matahari. Pastikan anda menyiramnya secara rutin agar tanah di dalamnya tidak kering.
  4. Bibit bunga matahari yang tumbuh bisa ditanam apabila sudah berumur 7-10 hari, di mana terdapat daun kecil di kecambahnya. Hati-hati, terlambat menanamkan benih bisa berakibat pada kematian benih tersebut.
  5. Media tanam yang dimasukkan ke dalam pot berupa campuran tanah, pasir, pupuk kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:4:1:1 atau sesuai kondisi tanah. Kuncinya, bunga matahari sangat menyukai air sehingga tanah yang digunakan pun sebaiknya mampu menahan air. Hindari menggunakan pupuk kimia karena pemakaiannya harus dalam komposisi yang tepat.
  6. Setiap pot cukup ditanami satu bibit. Penanaman yang terlalu rapat justru mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi buruk. Inilah yang menyebabkan batang tanam kurus dan tidak bisa berbunga.
  7. Penyiraman bisa anda lakukan sebanyak dua kali sehari atau lebih. Tanah yang kering bisa memperpendek umur tanaman ini.
  8. Apabila tanaman sudah tampak tinggi, anda wajib menggantinya ke pot yang lebih besar. Pot besar mampu menampung nutrisi dan cairan dalam jumlah yang banyak, sehingga pertumbuhan tanaman pun tetap normal.
  9. Pastikan tanaman bisa mendapatkan sinar matahari minimal 6 jam sehari, agar sehat dan rajin berbunga.
  10. Tanaman mulai mengeluarkan kuncup bunga saat usianya mencapai 2 bulan. Sedangkan, bunga akan mekar setelah berumur antara 9-10 minggu.
Selamat menanam

Cara Menanam Bunga Lavender di Dalam Pot

Posted by: | Posted on: February 24, 2015
Anda ingin menanam lavender di dalam pot? Lavender dikenal sebagai salah satu tanaman yang mampu membasmi nyamuk. Karena bukan tanaman asli Indonesia, memelihara lavender butuh sedikit trik agar tumbuhan ini mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan tropis.
Nah, untuk anda yang ingin mencoba menanamnya di rumah, cobalah ikuti panduan dari kami berikut ini :
Alat dan Bahan :

  1. Bibit lavender
  2. Pot besar
  3. Pot kecil
  4. Tanah gembur
  5. Pupuk kompos basah
  6. Pupuk kompos kering
Langkah-langkah :
  1. Sebagai media penyemaian, masukkan pupuk kompos kering ke dalam pot kecil sepenuhnya. Lalu, tanamkan biji lavender ke dalam media penyemaian tadi. Selanjutnya, letakkan pot penyemaian ini di teras rumah agar mendapatkan sinar matahari cukup.
  2. Jangan lupa, siram dua hari sekali agar media penyemaian tidak terlalu gersang. Meskipun lavendek termasuk tanaman yang tidak mudah mati, namun kita harus tetap merawatnya sungguh-sungguh agar tanaman tersebut tumbuh sehat.
  3. Memasuki usia dua minggu, tunas lavender mulai bermunculan. Pada masa ini, anda belum bisa memindahkannya ke pot penanaman. Pemindahan baru bisa dilakukan setelah tunas tersebut memiliki tinggi sekitar 5 cm.
  4. Siapkan media tanam berupa campuran tanah gembur dan pupuk kompos basah yang diaduk rata. Kemudian, masukkan media tanam ini ke dalam pot besar.
  5. Pindahkan tunas-tunas lavender ke pot besar. Hati-hati saat mengambil tunas dari penyemaian, jangan sampai akarnya terputus. Masing-masing pot penanaman dapat diisi dengan 3-5 bibit lavender tergantung ukuran pot tersebut.
  6. Letakkan kembali pot penanaman ini di teras rumah agar terhindar dari curah hujan dan mendapatkan sinar matahari penuh. Usahakan posisinya juga aman dari gangguan hewan dan anak-anak.
  7. Dalam kurun seminggu setelah proses pemindahan dilakukan, sebaiknya bibit tanaman tidak perlu disiram dulu agar lavender tersebut bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Pada dasarnya, lavender menyukai tanah yang gembur dan subur. Oleh karena itu, penyiraman cukup dilakukan seperlunya saja.
  8. Setelah tinggi tanaman telah mencapai ukuran 30 cm, anda bisa sesekali memindahkkannya ke dalam ruangan agar nyamuk-nyamuk terbang jauh dari ruangan tersebut.
Selamat mencoba menanam lavender di rumah anda!

Cara Menanam Melon di Dalam Pot

Posted by: | Posted on: February 24, 2015
Apakah anda ingin menanam buah melon di pot? Salah satu tanaman yang menjadi primadona penghobi vertical garden adalah melon. Selain mudah dipelihara, tanaman melon juga memiliki struktur yang menarik dengan daun-daun hijau berukuran besar. Apalagi jika buahnya sudah mulai muncul, maka bola-bola kekuningan tersebut akan memiliki daya tarik tersendiri.
Mengembangbiakan melon bisa dilakukan di mana saja, baik di dataran rendah maupun pegunungan. Khusunya menanam melon di pot, tanaman harus mendapatkan nutrisi dan sinar matahari yang cukup akan mampu tumbuh secara normal. Tanaman yang kurang gizi akan menghasilkan buah yang keras dan berukuran kecil.
Alat dan Bahan :

  • Biji buah melon
  • Pot ukuran besar
  • Tanah
  • Pupuk kompos
  • Pupuk kandang
  • Pasir
  • Tongkat/Tali
Langkah-langkah :
  1. Siapkan buah melon yang berusia dewasa, belah menjadi dua bagian, lalu ambil bijinya. Kemudian, cuci biji-biji melon tersebut agar terpisah bagian biji dan serabut dagingnya. Selanjutnya, angin-anginkan biji tersebut selama 3 hari di tempat yang teduh.
  2. Sembari menunggu kandungan air di biji melon agak berkurang, siapkan media tanam berupa campuran tanah, pasir, pupuk kandang, dan pupuk kompos lalu aduk rata. Perlu diingat bahwa melon menyukai struktur tanah gembur yang subur dan agak berpasir untuk mendukung pertumbuhan akarnya. Terakhir, masukkan media tanam tersebut ke dalam pot dan biarkan hingga tiga hari.
  3. Setelah tiga hari berlalu, biji dan media tanam telah siap digunakan. Pada artikel ini, kita akan melakukan penyemaian langsung di media tanam untuk meminimalisir terjadinya kerusakan bibit. Tanamkan tiga biji melon di setiap pot dengan lubang berkedalaman 5 cm. Hindari penanaman yang terlalu padat karena dapat menyebabkan pertumbuhan melon kurang maksimal.
  4. Selanjutnya, selama proses penyemaian, pot diletakkan di ruangan yang teduh dan mendapatkan sinar matahari langsung. Lakukan penyiraman pot dua hari sekali atau saat permukaan tanahnya sudah tampak akan mengering.
  5. Setelah 2-3 minggu, ukuran tunas sudah mencapai 10 cm. Pot bisa diletakkan di tempat yang terbuka agar mendapat sinar matahari yang lebih maksimal. Penyiraman tanaman dapat ditingkatkan menjadi dua kali sehari karena tanaman melon ini sangat menyukai air.
  6. Lakukan pemupukan ulang setelah usia tanaman telah mencapai 1 bulan. Pemupukan ini bertujuan agar tanah kembali subur dan tanaman pun bisa mendapatkan nutrisi yang maksimal.
  7. Tanaman juga perlu diberikan penyangga berupa tongkat atau tali agar mampu berdiri tegak. Tanaman yang dibiarkan merambat dikhawatirkan akan mudah dirusak hewan serta batangnya tumbuh tidak normal.
  8. Ketika bunga tanaman sudah mulai bermunculan, lakukan pemupukan ulang sekali lagi dengan pupuk kandang. Fungsinya tetap sama, agar kandungan nutrisi di tanah pot tersebut cukup bagi perkembangan buah nantinya.
  9. Setelah bunga melon telah menjadi bakal buah, penyiraman tanaman dapat dikurangi menjadi sekali sehari. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kadar air yang diserap tumbuhan sehingga buah yang dihasilkan tidak mudah busuk dan tidak terlalu berair.
  10. Pada umumnya, pemanenan dapat dilakukan setelah pohon melon berusia 8-12 minggu. Pada usia ini, buah-buah melon tersebut sudah mulai terlihat ranum. Adapun buah yang matang bisa dilihat dari tangkai buah melon yang mengkerut.
Selamat menanam

Cara Menanam Semangka di Dalam Pot

Posted by: | Posted on: February 24, 2015
Anda ingin menanam semangka di rumah sendiri? Ingin memeliharanya di pekarangan atau pot? Ikuti panduan lengkapnya berikut ini.
Sejatinya, prinsip penanaman semangka sangat mirip dengan menanam melon di dalam pot. Tanaman membutuhkan tanah yang gembur, subur, dan agak berair. Inilah sebabnya banyak petani yang menanam semangka dan melon di lahan dan waktu yang bersamaan.
Asalkan anda mengetahui teknik dasarnya, bisa dibilang menanam semangka itu mudah. Namun biasanya, pohon semangka yang dikembangbiakan di pot sangat bergantung dengan perlakuan kita. Apabila tanah jarang dipupuk, maka kemungkinan besar buah semangka yang dihasilkan akan cenderung kecil dan terasa agak keras.
Alat dan Bahan :

  • Biji semangka
  • Pupuk kompos
  • Tanah berhumus
  • Pupuk kandang
  • Pot besar
  • Air
  • Tampah
  • Gunting
  • Tongkat penyangga
Langkah-langkah :
Pemilihan Bakal Bibit
Yang dibutuhkan untuk dijadikan bakal bibit adalah biji semangka. Sama seperti penanaman buah-buahan lainnya, biji setidaknya berasal dari buah semangka yang sudah matang dan cenderung tua. Selain itu, buah indukan harus berukuran sempurna dan dalam kondisi sehat. Biji-biji tersebut lantas dikumpulkan dan diangin-anginkan di atas tampah agar kandungan airnya berkurang.
Pemilihan Pot
Untuk menanam buah-buahan, pot yang paling ideal terbuat dari bahan tanah liat. Sebab, pot seperti ini memungkinkan kelembaban di media tanam bisa terjaga dengan baik. Berbeda dengan pot plastik di mana air hanya bisa mengalir dari bagian dasar saja. Kelembaban yang terus terjaga akan menghasilkan buah dapat berkembang dengan sempurna.
Pembuatan Media Tanam
Media tanam untuk pohon semangka adalah tanah yang gembur dan subur. Di sini kita menggunakan campuran tanah kebun, pasir, pupuk kandang, dan pupuk kompos yang diaduk rata. Selanjutnya, masukkan media tanam ini ke dalam pot. Perlu diketahui, media tanam yang telah diolah tersebut belum bisa digunakan langsung. Butuh waktu setidaknya seminggu agar kondisi tanah normal kembali.
Tahap Pembibitan
Biasanya, pembibitan/penyemaian dilakukan di wadah yang terpisah. Namun demi keefektifan dan mengurangi kesalahan, kita akan langsung menyemai biji semangka di media tanam.
Buatlah 3-5 lubang penanaman dengan kedalaman sekitar 6 cm di masing-masing pot. Masukkan biji semangka ke dalam lubang tersebut, satu lubang satu biji. Kemudian kubur dengan tanah kembali.
Selanjutnya, pot ditempatkan di lingkungan yang lembab dan mendapatkan sinar matahari langsung. Selama proses pembibitan ini, pot tidak perlu disiram. Penyemaian dilakukan hingga tinggi tunas mencapai 10 cm.
Tahap Penanaman
Setelah berusia 2-3 minggu, bibit semangka sudah memiliki akar yang cukup kuat. Kini saatnya anda bisa memindahkan pot tersebut ke taman yang lebih terbuka dan mendapatkan sinar matahari langsung.
Posisi yang paling indah untuk tanaman semangka adalah di dekat pagar dan diletakkan berjajaran dengan pot semangka lainnya. Dengan cara ini, anda dapat menyulap pagar tersebut menjadi lebih hidup. Tempat ideal lainnya adalah di tengah-tengah tanaman dengan posisi pot yang ditata melingkar. Mainkan ukuran tongkat penyangga di masing-masing pot agar membentuk pola ketinggian yang harmonis.
Tahap Perawatan
Semangka memerlukan air dalam jumlah yang cukup banyak. Setidaknya kita harus menyiramnya secara rutin saat pagi dan sore hari. Tanaman juga perlu mendapatkan pemupukan ulang terutama saat sudah berbunga.
Setelah bakal buah mulai tumbuh, penyiraman sebaiknya dikurangi menjadi dua hari sekali. Hal ini bertujuan agar tanaman tidak membusuk dan buah yang dihasilkan tidak terlalu banyak mengandung air sehingga rasanya hambar.
Tahap Pemanenan
Pemanenan dilakukan setelah buah mulai berukuran besar dan matang, umumnya berusia 2-3 bulan. Buah yang matang bisa dilihat dari tangkai buahnya yang mengkerut. Pemotongan buah sebaiknya dilakukan dengan gunting agar tidak merusak tangkainya, mengingat kita masih bisa memanfaatkan pesona tanaman semangka ini sebagai penghias taman.

Cara Menanam Jeruk Nipis di Pot dari Biji

Posted by: | Posted on: February 24, 2015
Anda ingin menanam jeruk nipis di dalam pot? Siapa tak kenal jeruk nipis? Buah dengan berjuta manfaat ini dapat dijadikan sebagai bumbu masak dan sangat ampuh menghilangkan bau amis. Rasanya yang asam dan segar juga membuat jeruk nipis seringkali ditemukan dalam aneka olahan minuman.
Sebagai obat, jeruk nipis seringkali dijadikan sebagai obat batuk. Cukup mencampurkan air jeruk nipis dengan kecap, maka batuk pun hilang seketika. Tak hanya itu saja, jeruk nipis juga sering digunakan sebagai pembersih alami.
Sama seperti tanaman jeruk purut, ada dua metode yang sering dipakai untuk mengembangbiakan tanaman jeruk nipis ini. Metode pertama adalah secara generatif yaitu melalui biji. Sedangkan, metode kedua secara vegetatif adalah okulasi dan cangkok.
Apabila anda tertarik untuk menanamnya di rumah, silahkan ikuti panduan berikut ini :
Alat dan Bahan :
  • Buah jeruk nipis matang
  • Pot dengan kedalaman minimal 30 cm
  • Tanah kebun
  • Pupuk kompos
  • Pupuk kandang
  • Pecahan genteng
  • Lilin
  • Gunting
  • Pisau
Langkah-langkah :
  1. Belah buah jeruk nipis menjadi dua bagian. Hati-hati jangan sampai bijinya terluka akibat terkena mata pisau.
  2. Simpan biji jeruk nipis tersebut di tempat yang sejuk dan kering. Biarkan diangin-anginkan selama 3 hari untuk membersihkan lapisan lendir yang menempel di permukaannya.
  3. Sembari menunggu biji siap disemai, anda dapat membuat media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kompos. Aduk rata sambil sesekali dihancurkan bongkahan tanahnya agar gembur.
  4. Setelah media tanam telah siap, isikan media tersebut ke dalam pot cukup setengahnya saja. Jangan lupa berikan alas berupa pecahan genteng agar media tanam tersebut tidak mudah hanyut.
  5. Lalu, masukkan pupuk kandang di atas media taman tadi dengan ketebalan 3-5 cm. Ingat, biarkan kedua media ini terpisah dan tidak perlu dicampur.
  6. Selanjutnya, masukkan kembali campuran tanah dan pupuk kompos di lapisan teratas. Biarkan strukturnya tetap gembur dan jangan dipadatkan.
  7. Setelah 3 hari berlalu, anda dapat mulai membenihkan biji jeruk nipis di dalam pot.
  8. Buatlah lubang tanam dengan kedalaman sekitar 3-5 cm. Selanjutnya, masukkan biji jeruk nipis ke dalam lubang tadi. Maksimal, satu pot sebaiknya diisi dengan tiga biji agar setelah tumbuh besar nanti, tanaman-tanaman tersebut tidak saling berebut nutrisi.
  9. Selama proses penyemaian, pot sebaiknya diletakkan di tempat yang mendapatkan sinar matahari cukup dan terlindung dari curah hujan agar tumbuh optimal. Misalnya di teras depan, teras belakang, dan pinggir jendela.
  10. Setelah berumur 5 bulan dengan tinggi mencapai 25 cm, pot bisa dipindahkan ke tempat yang lebih terbuka. Jeruk nipis juga sangat cocok sebagai salah satu tanaman di taman minimalis.
  11. Perawatan pohon jeruk nipis cukup dilakukan dengan menyiramnya secara rutin sehari sekali atau tergantung kondisi tanah di pot tersebut. Penyiraman yang terlalu sering tentu akan menyebabkan tanaman membusuk.
  12. Jangan lupa lakukan juga pemangkasan secara berkala, terutama pada cabang yang sakit. Selanjutnya, bekas pemotongan tersebut dapat ditutup dengan cairan lilin agar tidak menjadi sumber masuknya penyakit.
  13. Pada usia 8 bulan, tanaman jeruk nipis sudah mulai berbuah. Kini, anda dapat merasakan segarnya buah jeruk nipis yang ditanam sendiri.
Selamat mencoba

Cara Menanam Paprika di Pot

Posted by: | Posted on: February 23, 2015
Bagaimana cara menanam paprika di dalam pot? Paprika, buah yang tidak disukai oleh tokoh animasi Shinchan ini justru menjadi idola bagi sejumlah masyarakat Indonesia. Umumnya, daya tarik paprika berasal dari keanekaragaman warna daging buahnya yaitu merah, kuning, dan hijau. Warna yang keluar pun terlihat cerah dan tidak kusam, sehingga kerap juga menjadi garnis suatu hidangan di restoran.
Itu sebabnya, paprika bisa menambah pesona taman anda. Bayangkan bagaimana uniknya tanaman paprika yang berwarna-warni ini kita taruh di teras rumah. Tentu menarik sekali bukan?
Bila anda ingin menanamnya di pot, ikuti panduan berikut ini :
Alat dan Bahan :

  • Biji paprika
  • Pot
  • Pupuk kompos
  • Pupuk kandang
  • Tanah berpasir
  • Lahan penyemaian
  • Pestisida alami
  • Cangkul
  • Sekop
Langkah-langkah :
  1. Benih yang akan dijadikan bibit berasal dari biji paprika yang sehat, berusia dewasa, dan berkualitas bagus. Biji seperti ini biasanya akan lebih mudah disemai karena mempunyai daya perkecambahan yang tinggi.
  2. Siapkan media penyemaian di lahan rumah yang terlindung dari curah hujan. Cangkul secara merata supaya struktur tanahnya menjadi gembur. Selanjutnya, berikan lapisan tanah berpasir di atas lahan tadi dengan ketebalan 5-10 cm. Kemudian tanamkan biji-biji paprika dengan jarak 10�10 cm agar pertumbuhannya optimal. Berikutnya, tutup sekali lagi dengan tanah berpasir dengan ketebalan 5 cm.
  3. Setelah berumur seminggu, kecambah paprika mulai bermunculan. Anda perlu menyiramnya secara teratur dua kali sehari atau sesuai dengan kondisi media penyemaian, yang penting cukup air. Penyemaian dilakukan sampai bibit berusia 1 bulan.
  4. Siapkan media tanam berupa campuran tanah, pupuk kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Aduk rata, dan selanjutnya masukkan media tanam ini ke dalam pot hingga penuh. Akan lebih baik lagi jika proses pengolahan media tanam ini dilakukan seminggu sebelum pemindahan bibit, sehingga kondisi media tanam sudah normal kembali.
  5. Setelah bibit paprika berusia 30 hari, bibit tersebut sudah dilengkapi dengan sistem perakaran yang lebih kuat. Oleh karenanya, bibit-bibit ini sudah siap dipindahkan ke pot-pot. Satu pot sebaiknya diisi dengan satu bibit untuk menghindari saling berebut air dan makanan. Adapun waktu yang paling tepat untuk memindahkan bibit-bibit ini adalah sore hari.
  6. Pot yang berisi bibit baru tersebut sebaiknya jangan langsung dipindahkan ke tempat terbuka. Tujuannya agar bibit mampu beradaptasi dengan media tanam terlebih dahulu. Baru setelah usia seminggu sejak pemindahan, di mana tanaman terlihat segar, pot dapat dipindahkan ke taman atau teras rumah.
  7. Merawat tanaman paprika di pot bisa dibilang lebih mudah ketimbang di lahan terbuka. Hal ini dikarenakan terbatasnya media lahan sehingga pemantauan pun bisa dibilang lebih gampang. Yang perlu diingat, tanaman paprika memerlukan air seperlunya saja. Biasakanlah menyiram pot setelah tanah mulai terlihat kering.
  8. Sama seperti menanam jeruk nipis di pot, media tanam paprika juga perlu dilakukan pemupukan ulang setiap dua minggu sekali. Biasanya, pupuk yang digunakan berjenis pupuk kompos dan pupuk kandang. Cara melakukannya, pupuk cukup diletakkan sebagai lapisan teratas pot.
  9. Setelah berusia 3 bulan, bunga paprika mulai bermunculan. Bentuk bunganya mirip tanaman cabai, karena memang paprika termasuk dalam keluarga cabai, yaitu berukuran kecil dengan warna putih. Pada masa ini, intensitas penyiraman sebaiknya dikurangi agar tidak mengganggu pertumbuhan bakal buah.
  10. Bakal buah akan muncul setelah bunga paprika layu. Buah tersebut akan berkembang besar dan siap dipanen setelah berusia 3 minggu. Warna buah bisa merah atau kuning tergantung varietas paprika yang anda gunakan. Sedangkan paprika hijau berasal dari buah paprika yang masih muda.
Selamat menanam